Minggu, 16 Februari 2014

Bacaan



BAHASA TELEVISI INDONESIA
Oleh : Sumita Tobing

Tuntutan atas peran siaran televisi dalam pembinaan bahasa lndonesia memerlukan kajian yang sangat dalam. Pendalaman ini berdasarkan latar belakang proses kelahiran siaran televisi nasional di lndonesia sendiri. Apabila kelahiran WRl, sebagai stasrun televise nasional yang pertama tahun 1961 sangat terkait erat dengan alas an politis dan pemerintahan Orde Lama, kelahiran televisi swasta tahun 1989 sangat terkait dengan masalah pembagunan perekonomian nasional. Proses kelahiran televisi swasta sangat cepat tanpa melalui persiapan sumber daya manausia yang cukup dan andal dalam pertelevisiaan. Situasi ini membuat lima stasiun televisi swasta yang bertugas siaran 18 jam sehari sangat bergantung pada program asing. Ketika kesiapan untuk mengisi siaran 18 jam sehari dari segi sumber daya manusia stasiun swasta masih menghadapi kendala, stasiun televisi swasta khususnya, sudah dituntut untuk berperan dalam membina bahasa lndonesia. Tentu menjadi pertanyaan, bagaimana caranya dan mungkinkah tuntutan tersebut dapat dipenuhi? Pertanyaan rni sangat mendasar karena siaran televisi sebagai hasil teknologi tinggi, keberadaannya di lndonesia mengikuti irama lompatan "katak", yakni dengan beberapa tahapan yang tidak dilalui.

dikutip dari buku Bahasa lndonesia Menuju Masyarakat Madani, editot Dendy Sugono, halaman 71 , diterbitkan oleh Pusat Bahasa, Jakarta, tahun 2003 (dalam Buku Ajar Bahasa Indonesia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar