Minggu, 16 Februari 2014

Bacaan



Perekonomian Sektor lnformal

Awal tahun 1970-an, kota-kota di dunia ketiga ditandai dengan tumbuhnya kegiatan ekonomi sektor informal yang fenomenal. Kegiatan ekonomi itu muncul dari inisiatif masyarakat sendiri sebagai respon terhadap sistem ekonomi yang cenderung birokratis. Dalam hal ini, era negara maju dominan dalam mengontrol dan mendinamisasikan kehidupan ekonomi Dengan demikian. kelompok masyarakat yang dapat masuk dan memperbesar skala kegiatan ekonomi adalah mereka yang mampu membangun atau telah memiliki relasi dengan birokrasi. Sebaliknya, kelompok masyarakat, yang tidak dapat membangun hubungan dengan birokrasi, merespon dinamika ekonomi dengan cara mereka sendiri, yakni dengan'menciptakarr' kegiatan ekonomi yang bergerak di luar jalur pengakuan resmi birokrasi negara. Dengan kata lain, kegiatan sektor informal ini merupakan strategi dari sebagian warga negara untuk mengisi peluang yang masih tersisa dari pertumbuhan ekonomi yang dimotori negara itu. Melihat kenyataan ini, tidak keliru bila sektor informal ini diletakkan sebagai kegiatan ekonomi pinggiran. Mengapa demikian? Karena meskipun lapangan pekerjaan itu digeluti oleh banyak orang, ia merupakan usaha kecil-kecilan yang didukung oleh individu-individu yang memiliki tingkat pendidikan, keahlian dan ketei'ampilan yang rendah serta modal usaha kecil. Apabila dikomparasikan dengan kegiatan ekonomi sector formal dari segi skala usaha, maka jumlah produksi, jangkauan pasar, dan pemasukan pajak untuk pemerintah memang tidak sebanding. Namun bila dilihat dari segi jumlah tenaga kerja yang diserap, kegiatan ekonomi ini ternyata menyerap tenaga kerja yang lebih banyak dan dapat memberikan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan subsistem ekonomi rumah tangga bagi mereka yang menggelutinya. Selain itu, sektor informal ini memiliki kaitan dengan kegiatan ekonomi sektor formal. Untuk pasar dalam negeri, hasil produksi sektor formal di samping dipasarkan di supermarket, depaftemen sfore, took-toko besar lainnya, juga di pasarkan di sektor informal, meskipun mungkin dengan kualitas barang yang lebih rendah. Kemunculan dan pertumbuhan sektor informal perlu dikorelasikan dengan migrasi desa-kota karena sektor pertanian di pedesaan telah terbatas dalam menyerap tenaga kerja akibat dari pertumbuhan penduduk yang tinggi, kemudian juga dibarengi oleh pembaruan pertanian dengan mekanisme teknologi yang mengurangi penyerapan tenaga kerja (labour displacing). Akibatnya sebagian penduduk pedesaan yang kehilangan lapangan pekerjaan terdorong (push factor) bermigrasi ke kota untuk mencari peluang berusaha dan bekerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar