Jumat, 25 Juli 2014

Sedulang Setudung lirik



‡ SEDULANG SETUDUNG ‡

Banyuasin daerah kami 
daerah subur kaye hasil bumi. 
Laut masih lah sungai musi 
lokak sejahteranye anak negri
Banyuasin sedulang setudung. 
Ramah dan sopan bujang gadisnye. 
Orang dek tangge jadi bedulur 
jadi penduduk rajin dan akur
Reff::
Inilah adat daerah kami 
dari kini sampai mak ini
Sedulang tempat kami mengabdi. 
Setudung tempat kami bertedu.


Sedulang tempat kami mengabdi. 
Setudung tempat kami bertedu.

cc: beli kaset/CD nya (aset dilindungi hak cipta)

Mars PKK



‡ Mars PKK ‡

Marilah hai semua, rakyat Indonesia membangun segera
membangun keluarga yang sejahtera
dengan PKK
Hayati lah dan amalkan pancasila untuk Negara
Hidup gotong royong, makmur pangan dan sandang rumah sehat sentosa
Tata laksana di dalam rumah tangga rapi dan indah didiklah putra berpribadi bangsa terampil dan sehat
Kembangkan koprasi, jagalah lingkungan dan sekitarnya
Aman dan bahagia, keluarga berencana hidup PKK

PANTUN



PANTUN

Naik mobil dari terminal
Mobil mogok gak bisa lari
Lebih baik kecil tapi terkenal
Daripada goblok gak punya gengsi

Makan mangga di tepi kali
Kelapa ijo gamik rasanya
Jangan bangga dan jangan aksi
Karena elo kaya milik bokapnya

Kuah babat campur alpukat
Minum jambu terasa hangat
Wah gemot bisa kualat
Ketemu kamu lintah darat

Main tinju main pedang
Olahraga bikin kita senang
Ngapain ragu ngapai sayang
Segera kirimkan pulsa sekarang

Bertemu musang nangis di kali
Musangnya berontak lalu kabur
Kamu memang manis dan baik hati
Sayanya kamu masih bau kencur

Bercocok tanam sampai ke kali
Sawah ladanang dicangkul petani
Cowok sopan dan baik hati
Itulah yang aku cari

Pergi belanja beli nangka
Naik becak mesin kosong
Lagi gak ada pulsa
Lebih enak beliin dong

Cari duren di dalam meja
Makan kelapa airnya basi
Dari kemarin diem aja
Ada apasih

Bakso udang telor itik
Dimakan siang hari
Kalo emang elo baik
Kita temenan yuk mari

Buah kesemek dari betawi
Buah duku dari palembang
Sungguh nyesek dan sakit hati
Tahu kamu ada yang nyayang

Ikan gabus di rawa-rawa
Ikan belut nyangkut di jaring
Perut ku sakit menaham tawa
Gigi palsu loncat ke piring

Elok berjalan kota tua
Kiri kakan berbatang sepat
Elok berbini orang tua
Perut kenyang ajaran dapat

Limau purut di tepi rawa
Buah dilanting belum masak
sakit perut sebab tertawa
melihat kucing duduk berbedak

jalan-jalan ke tepi rawa
jika capai duduk di pohon palem
geli hati menahan tawa
melihat katak memakai helm

orang sasak pergi ke bali
membawa pelita semuanya
berbisik pekak dengan tuli
tertawa si buta melihatnya

ada buah manggis
ada juga buah anggur
awalnya romantis
pas ******* malah kabur

anak hindu beli petola
beli pangkur dua-dua
mendengar kucing berbiola
duduk termenung tikus tua

biduk bulu bermuat tulang
anak siam pulang-pulang berbaris
duduk mengeluh panglima belang
melihat ayam bercengkram keris

buah jering dari jawa
naik sigai ke atas atap
ikan kering lagi ketawa
dengar tupai baca kitap

anak bakau di rumpun salak
patah taeruknya di timpah genta
riah kerbauh tergelak-gelak
melihat beruk berkaca mata

 Enau tumbuh sebanjar
Kurang rapat runduk-rundukan
Hamba kecil baru belajar
Kalau salah tolong tunjukkan

Ditebang enau buat tenzan sagu
Dipukul anton berderai-derai
Bila kecil malas berguru
Sampai besar tidak kan pandai

Daun bambu pengatap sangkar
Buah kikil korat kerat-kerati
Maklum pantun saya belajar
Saya kecil belum mengerti

Tinggi batangnya pohon pulai
Kokoh sungguh si pohon jati
Emak pulang bapak pun sampai
Kami menyambut bergirang hati

Dari siak ke indra giri
Singgah lalu di semarang
Kotor baju boleh dicuci
Kotor hati orang tak senang

Belalar biduk ke malaka
Menyebar jala dipagi hari
Wahai kawan cobalah terka
binatang apa tanduk dikaki

ke sawah pergi membajak
menangkap belut dalam perigi
wahai kawan orang yang bijak
binatang apa tanduk di kaki

buah budi mengkel
masak sebiji ditepi pantai
hilang budi bicara akal
buah apa tidak bertangkai

burung nuri burung dara
terbang kesisi taman kayangan
cobalah cari wahai-wahai saudara
makin diisi makin ringan

kain baik kain pekan
kain songket dari toraja
bersisik bukanya ikan
berpayung bukannya raja

Lompat si kelinci lompat
Lompat ke sawah kebawah tanpa sebab
Ayo saling kita bersahabat
Bersahabat dekat lagi akrab

Lompat kelinci diatas peti
Peti keras kayu pilihan
Dengan sahabat jangan menyakiti
Baik-baik saja yang kita lakukan

Ulat hitam ulat bulu
Sembunyi di daun mangga
Bila sahabat berlalu
Hidup akan terasa hampa

Deras air terjun karena hujan
Siput sembunyi antara batu
Bila ada seorang dalam kesusahan
Sahabat datang tiada ragu membantu

Bebek ramdi turun ke kali
Berkwek-kwek sambil berenang
Banyak sahabat banyak rezeki
Rezeki banyak hidup akan senang

Bunga mawar buang melati harum melati
harum semerbak tumbuh ditaman
Orang sabar dan baik hati
Pasti disukai semua teman

Rusa berlari dikejar-kejar
Jatuh tersungkur dipadang landai
Bila kamu rajin belajar
Pasti menjadi anak yang pandai

Kucing datang dengan cepat
Bermain alat peraga
Agar badan menjadi sehat
Rajinlah berolah raga

Suka melompat adalah tupai
Melompat antara pohon besar
Apa tanda anak pandai
Dialah yang rajin belajar

Lompat-lompat sepanjang jalan
Badan jatuh kaki menginjak sampah
Belajar tekun tiada bosan
Pasti akan mendapat faedah

Siapa itu lari dengan segera
Terlihat jauh ke lain negeri
belajar selagi masih muda
Tak kan menyesal di hari tua nanti

Burung gelatik burung merpati
Terbang tinggi untuk berlomba
Tapi bila ilmu tidak dihayati
Ia tak akan mendapat guna

Barang baik bawa berlayar
Barang bagus bawa ke tempatku
Bila hidup tiada pintar
Setelah dewasa akan mendapat malu

Bermain menghitung angka-angka
Berlari melewati batu-batu
Berhati-hatilah mari berbicara
Agar kita kita mendapat malu

Naik delman ke yogyakarta
Mengejar layang terbang tinggi
kalau ingin jadi juara
belajarlah setiap hari

baju cantik jangan dipakai
simpan saja dalam lemari
agar  badan segar dan nyaman
makan-makanlah bergizi

Tanaman padi ditengah-tengah sawah
Tanah subur-subur basah
Pagi hari pergi sekolah
Sore hari ke madrasah

            Tumbuh merata pohon tebu
            Pergi kepasar membeli daging
            Banyak harta miskin ilmu
            Bagi rumah tidak berdinding

Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
Supaya engkau tidak ketinggian

            Anak ayam turun sembilan
            Mati satu tinggal delapan
            Ilmu boleh sedikit ketinggian
            Tapi jangan sampai putusan harapan

Bunga mawar bunga melati
Kalau dicium harum baunya
Banyak cara sembuhkan hati
Baca qur`an paham maknanya

            Buah mangga rasanya manis
            Dirujak campur pepaya
            Apa kabar adik yang manis
            Maulah berkenalan dengan saya

Minum susu di pagi hari
Tambah nikmat tambah coklat
Pandai-pandailah membawa diri
Siapa tahu kiamat sudah dekat

            Kumuningan ditengah balai
            Bertumbuh terus semakin tinggi
            Berunding dengan semakin tinggi
            Bagaikan alu pengucil duri

Pedang temu pedang baiduri
Tempat raja membangun kota
Bijak bertemu dengan baujari
Bagaikan cincin dengan permata

            Buah cemedak bentuk bujur
            Sangat disukai oleh semuanya
            Jika kita bersikap jujur
            Hidup kita dipandang mulia

Air laut warnanya biru
Air kali warnanya coklat
Lue pikir takut sama situ
Biar begini tema yang kuat

            Buah kenari dilindas roda
            Sayuran namanya ada
            Sejak tadi kamu diam saja
            Mending kita bercanda

Tukang sulap pandai beraksi
Aksinya duduk diatas bara
Tukang suap pasti dibenci
Matinya susah dan masuk neraka

            Tuan tanah raja negeri
            Bercengkerama dengan adinda
            Jangan pernah GR lagi
            Karena aku Cuma bercanda

Dihari kebaran makan ketupat
Jangan lupa maaf-maafan
Buat apa sih bersahabat
Kalau suka berbuat jahat

            Jangan suka makan cabe
            Cabe itu pedas rasanya
            Jangan suka godain cewek
            Cewek itu banyak bisanya

Melajulah perahu keperbatasan
Bersama dengan nahkodanya
Tuntunlah ilmu jangan bosan
Karena limu banyak gunanya

            Haji berkumis pakai sandal
            Jangan agak malas-malas
            Haji menangis penuh sesal
            Karena tidak naik kelas

Pulau buru diwaktu malam
Ikan asin saya sambelin
Kalau kamu mau pinjam
Jangan lupa dong balikin

            Hari sedih jangan diturut
            Hiburlah dengan berdendang
            Kalau kita pengecut
            Kita akan menjadi pecundang

Ada hiu berantem sama badak
I Love You Mendadak

            Jalan-jalan ke kota paris
            Melihat rumah berbaris-baris
            Biar mati di ujung keris
            Asalkan dapat kamu yang manis

Ada burung dalam sangkar
Burung lepas susah menangkapnya
Buat apa kita bertengkar
Bertengkar gak ada untungnya

            Naik motor sama mama, papa, pakainya motor metik
            Eeehhh aku pikir siapa, ternyata adinda yang cantik

Jalan-jalan ke negara inggris
Banyak gedung berbaris-baris
aku rela ditusuk-tusuk keris
Demi cintaku kepada adinda yang manis

            Buat sangkar harus pakai paku
            Sebelum buat sangkar enaknya minum jamu
            Tidak ada wanita lain di hatiku
            Karena hatiku hanya untuk mu

Makan busuk memang bau, bila dimakan
Memang pahit seperti jamu
Sebenarnya ku ingin ku tahu, aku tak bisa
Hidup tanpa cintamu

            Buah salak buah duku, tidak bisa dibuat jamu
            Bila kau dadaku, akan kau temukan tulisan nama mu

Ku ajak pergi ke pantai kau tidak mau
Soalnya aku ingin berdua dengan mu
Saat ini yang perlu kau tahu, ku tak bisa
Hidup tanpa diri mu

            Pagi-pagi enaknya makan roti
            Karena setelah itu harus pergi menuntut ilmu
            Kamu jangan berkecil hati
            Karena hatiku hanya untuk mu